Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Mei 2014

Objek Studi Geografi


Objek studi geografi dapat dibedakan atas dua macam, yaitu objek material dan objek formal.

a. Objek Material Geografi
Objek material merupakan sasaran atau isi suatu kajian. Adapun yang termasuk objek kajian geografi adalah fenomena geosfer terdiri dari atmosfer, cuaca dan iklim, litosfer (lapisan batu-batuan), hidrosfer (lapisan air), biosfer (lapisan kehidupan flora dan fauna), pedosfer (mempelajari ttg tanah) dan antroposfer (lapisan kehidupan manusia yang merupakan “tema sentral” diantara sfera-sfera lainnya).

b. Objek Formal Geografi
Objek formal adalah metode atau pendekatan yang digunakan dalam mengkaji suatu masalah. Metode atau pendekatan objek formal geografi meliputi beberapa aspek, yakni aspek keruangan (spasial), kelingkungan (ekologi), kewilayahan (teritorial), dan aspek waktu (temporal).

Dalam mengkaji suatu permasalahan geografi, geografi fisis dan geografi manusia tidak dapat dipisahkan. Bahkan masing-masing cabang geografi saling membutuhkan dan saling melengkapi. Oleh karena itu, kajian geografi akan menyimpang dari tujuannya apabila tidak terjadi konsep penyatuan dalam mengkaji permasalahan.

Ditulis oleh: kito share kumpulan materi pelajaran Updated at : 12.34

Ruang Lingkup Geografi


Ruang lingkup geografi tidak dapat dilepaskan dari aspek manusia dan lingkungannya. Hubungan manusia dan lingkungannya dapat digunakan untuk menjelaskan perbedaan wilayah dan persebaran dalam ruang.
Ruang lingkup studi geografi sangat luas, sehingga secara garis besarnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Geografi fisis (physical geographhy), yaitu geografi yang mempelajari aspek-aspek fisik seperti batuan, mineral, relief muka bumi, atmosfer, cuaca, iklim, air serta tumbuhan dan hewan.
2. Geografi sosial, yaitu geografi yang mempelajari aspek-aspek sosial, politik, ekonomi dan budaya (antropogeography)

Menurut Rhoads Murphey dalam bukunya “The Scope of geography”, mengemukakan tentang tiga pokok ruang lingkup studi geografi, yaitu :
1. Interaksi antarmanusia dengan lingkungan fisik yang merupakan salah satu keanekaragaman wilayah.
2. Persebaran dan keterkaitan penduduk di bumi dengan sejumlah aspek keruangan.
3. Kajian terhadap region dan analisis dari region yang mempunyai ciri khusus. 

Menurut Hagget (1968), ruang lingkup geografi dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1. Geografi Ortodoks, yaitu kajian tentang suatu wilayah atau region dan menganalisa bagian-bagiannya secara sistematik, misalnya untuk faktor manusia atau fisisnya saja. Geografi ortodoks dibagi menjadi geografi sistematik, geografi regional, geografi teknik, dan geografi filsafat.
2. Geografi terintegrasi (terpadu), yaitu suatu pendekatan dengan mengintegrasikan elemen-elemen geografi sistematik (yang terdiri atas geografi fisikal dan geografi manusia) dengan geografi regional (yang terdiri atas geografi regional dan geografi kultur). Tiap analisis digolongkan menjadi dua segi, yaitu segi teori dan segi aplikasi. 

Ditulis oleh: kito share kumpulan materi pelajaran Updated at : 12.32

Ilmu Penunjang Geografi


1. Geologi
adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk permukaan bumi akibat tenaga dari dalam bumi (endogen: vulkanisme, tektonisme, gempa bumi),termasuk struktur, komposisi dan sejarahnya.

2. Geomorfologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk-bentuk muka bumi serta perubahannya akibat tenaga dari luar (Exogen: pelapukan, erosi, sedimentasi).

3. Meteorologi
adalah ilmu yang mempelajari atmosfer, yaitu tentang udara, cuaca, suhu, angin, awan, curah hujan, radiasi matahari, dan sebagainya.

4. Meteorologi
sangat penting bagi informasi cuaca terutama untuk penerbangan, pelayaran, pertanian dan industri.

5. Hidrologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang air di permukaan bumi/tanah, di bawah tanah; termasuk sungai, danau, mata air, air tanah dan rawa-rawa

6. Klimatologi
 adalah ilmu yang mempelajari tentang iklim dan kondisi rata-rata cuaca.

7. Antropologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia khususnya mengenai ciri, warna kulit, bentuk fisik, masyarakat dan kebudayaannya.

8. Ekonomi
adalah ilmu yang mempelajari usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya.

9. Demografi
adalah ilmu yang mempelajari dan menguraikan tentang penduduk. Komposisi penduduk, dan jumlah penduduk.

Ditulis oleh: kito share kumpulan materi pelajaran Updated at : 12.29

Kamis, 08 Mei 2014

Manfaat Ilmu Geografi


Banyak sekali manfaat yang dapat diambil dari ilmu geografi. Secara umum manfaat geografi ialah membantu dalam memahami kondisi negara sendiri dan memahami dunia. Memahami negara sendiri karena dengan belajar geografi akan mengetahui kelebihan dan kekurangan negara sendiri, baik keadaan alamnya maupun kondisi manusianya, sehingga menumbuhkan perasaan nasionalisme. Selain itu, dalam rangka otonomi daerah, keberadaan geografi sangat diperlukan untuk mengetahui potensi daerahnya.

Memahami dunia sangat penting karena tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini sudah memasuki era globalisasi. Apa yang terjadi di belahan bumi lain akan segera diketahui, sehingga diperlukan pengetahuan tentang geografi negara lain. Misalnya, Perang Irak, Badai Katrina di Teluk Meksiko, dan Kerusuhan di Perancis. Selain itu, dengan mempelajari geografi akan mengetahui kelemahan dan kelebihan negara lain, yang menyangkut sumber daya alamnya maupun manusianya. Misalnya, dengan belajar geografi dapat diketahui bahwa Jepang merupakan negara miskin akan sumber daya alam, tetapi dari segi penduduknya memiliki kualitas yang baik, sehingga dapat dijadikan dasar untuk merencanakan hubungan kerjasama yang saling menguntungkan dengan negara Jepang.
Kesimpulan Manfaat Geografi:
1. Memetakan Persebaran Fenomena Di Permukaan Bumi
2. Penentuan Lokasi Pertanian, Industri, dan Permukiman
3. Penentuan Lokasi Transmigrasi
4. Pengembangan Prasarana Transportasi
5. Potensi dan Pemanfaatan Sumber Daya
6. Membantu Menyelesaikan Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

Ditulis oleh: kito share kumpulan materi pelajaran Updated at : 05.09

Aspek Struktur Lingkungan Geografi


Willian Kirk menyusun struktur lingkungan geografi menjadi 2, yaitu :
1.    Aspek Fisikal
Aspek fisikal geografi meliputi :
a.   Aspek Topologi
Membahas hal-hal yang berkenaan dengan letak atau lokasi suatu wilayah, bentuk muka buminya, luas area dan batas-batas wilayah yang mempunyai ciri-ciri khas tertentu.
b.   Aspek Biotik
Membahas karakter fisik dari manusia, hewan dan tumbuhan
c.   Aspek Non Biotik
Membahas tentang tanah, air dan atmosfer (termasuk iklim dan cuaca)

2.    Aspek NonFisik
Aspek ini menitikberatkan pada kajian manusia dari segi karakteristik perilakunya. Pada aspek ini manusia dipandang sebagai fokus utama dari kajian geografi dengan memperhatikan pola penyebaran manusia dalam ruang dan kaitan perilaku manusia dengan lingkungannya. Beberapa kajian pada aspek ini antara lain:
a.   Aspek Sosial
Membahas tentang adat, tradisi, kelompok masyarakat dan lembaga sosial.
b.   Aspek Ekonomi
Membahas tentang industri, perdagangan, pertanian, transportasi, pasar dan sebagainya
c.   Aspek Budaya
Membahas tentang Pendidikan, agama, bahasa, kesenian dan lain-lain.
d.   Aspek Politik
Misalnya membahas tantang kepartaian dan pemerintahan.

Ditulis oleh: kito share kumpulan materi pelajaran Updated at : 05.07

Prinsip-prinsip Geografi


4 Prinsip Geografi:
1. Prinsip Persebaran 
adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan persebaran gejala di permukaan bumi yang cenderung tersebar tidak merata.
2. Prinsip Interelasi 
adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan hubungan timbal balik (interelasi) antara gejala yang satu dan gejala yang lainnya.
3. Prinsip Deskripsi 
adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan pemaparan (deskripsi) suatu gejala di permukaan bumi baik melalui tulisan, tabel, diagram, peta, atau video.
4. Prinsip Korologi (keruangan) 
adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan kajian gejala, fakta, dan masalah geografi ditinjau dari aspek persebaran, interelasi, dan interaksinya dalam ruang (permukaan bumi) yang membentuk suatu integritas atau kesatuan tertentu

Ditulis oleh: kito share kumpulan materi pelajaran Updated at : 05.05

Pendekatan Dalam Geografi


1. Pendekatan Keruangan
Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksisitensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial processess) (Yunus, 1997).
Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama, yaitu: (1) kenampakan titik (point features), (2) kenampakan garis (line features), dan (3) kenampakan bidang (areal features).
Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
1. What? Struktur ruang apa itu?
2. Where? Dimana struktur ruang tersebut berada?
3. When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk seperti itu?
4. Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu?
5. How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu?
6. Who suffers what dan who benefits what? Bagaimana struktur
Keruangan tersebut didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia.

2. Pendekatan kelingkungan
Pendekatan ekologi/lingkungan merupakan pendekatan berdasarkan interaksi yang terjadi pada lingkungan.Pendekatan ekologi dalam geografi berkenaan dengan hubungan kehidupan manusia dengan lingkungan fisiknya.Interaksi tersebut membentuk sistem keruangan yang dikenal dengan Ekosistem.Salah satu teori dalam pendekatan atau analisi ekologi adalah teori tentang lingkungan.Geografi berkenaan dengan interelasi antara kehidupan manusia dan faktor fisik yang membentuk sistem keruangan yang menghubungkan suatu region dengan region lainnya.Adapun ekologi, khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dan lingkungan yang membentuk sistem ekologi atau ekosistem.
Dalam analisis ekologi, kita mencoba menelaah interaksi antara manusia dengan ketiga lingkungan tersebut pada suatu wilayah atau ruang tertentu.Dalam geografi lingkungan, pendekatan kelingkungan memiliki peranan penting untuk memahami fenomena geofer.
Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang, namun pada keterkaitan antara fenomena geosfera tertentu dengan varaibel lingkungan yang ada. Dalam pendekatan kelingkungan, kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan lingkungan alam saja, tetapi harus pula dikaitkan dengan:
(1) fenomena yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relik fisik tindakan manusia. 
(2) perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan.
Dalam sistematika Kirk ditunjukkan ruang lingkup lingkungan geografi sebagai berikut. Lingkungan geografi memiliki dua aspek, yaitu lingkungan perilaku (behavior environment) dan lingkungan fenomena (phenomena environment). Lingkungan perilaku mencakup dua aspek, yaitu pengembangan nilai dan gagasan, dan kesadaran lingkungan. Ada dua aspek penting dalam pengembangan nilai dan gagasan geografi, yaitu lingkungan budaya gagasan-gagasan geografi, dan proses sosial ekonomi dan perubahan nilai-nilai lingkungan. Dalam kesadaran lingkungan yang penting adalah perubahan pengetahuan lingkungan alam manusianya.

Lingkungan fenomena mencakup dua aspek, yaitu relik fisik tindakan manusia dan fenomena alam. Relic fisik tindakan manusia mencakup penempatan urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubahan lingkungan. Fenomena lingkungan mencakup produk dan proses organik termasuk penduduk dan produk dan proses anorganik.
Studi mandalam mengenai interelasi antara fenomena-fenomena geosfer tertentu pada wilayah formal dengan variabel kelingkungan inilah yang kemudian diangap sebagai ciri khas pada pendekatan kelingkungan. Keenam pertanyaan geografi tersebut selalu menyertai setiap bentuk analisis geografi. Sistematika tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

Kerangka umum analisis pendekatan kelingkungan dapat dicontohkan sebagai berikut.
Masalah yang terjadi adalah banjir dan tanah longsor di Ngroto Pujon Malang.
Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut.

(1) mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir dan tanah longsor. Dalam identifikasi itu juga perlu dilakukan secara mendalam, termasuk mengidentifikasi jenis tanah, tropografi, tumbuhan, dan hewan yang hidup di lokasi itu.
(2) mengidentifikasi gagasan, sikap dan perilaku masyarakat setempat dalam mengelola alam di lokasi tersebut.

(3) mengidentifikasi sistem budidaya yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup (cara bertanam, irigasi, dan sebagainya).

(4) menganalisis hubungan antara sistem budidaya dengan hasil dan dampak yang ditimbulkan.

(5) mencari alternatif pemecahan atas permasalahan yang terjadi.( makalah kelompok 2 XG)

3. Pendekatan Kewilayahan
dalam pendekatan kewilayahan, yang dikaji tentang penyebaran fenomena, gaya dan masalah dalam keruangan, interaksi antara variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya.
pendekatan ini merupakan pendekatan keruangan dan lingkungan, maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya.
Kesimpulannya:
pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kewilayahana dalam kerjanya merupakan satu kesatuan yang utuh. pendekatan yang terpadu inilah yang disebut pendekatan geografi. jadi fenomena, gejala, dan masalah ditinjau penyebaran keruangannya, keterkaitan antara berbagai unit ekosistem dalam ruang. penerapan pendekatan geografi terhadap gejala dan permasalahan dapat menghasilkan berbagai alternatif- alternatif pemecahan masalah.

Ditulis oleh: kito share kumpulan materi pelajaran Updated at : 05.03

10 konsep esensial geografi

10 konsep esensial geografi menurut Seminar dan Lokakarnya Ahli Geografi tahun 1998
Banyak para ahli yang memberikan konsep-konsep tentang geografi, sehingga perlu dibentuk konsep dasar bagi perkembangan geografi di Indonesia. Untuk itu, diselenggarakan Seminar dan Lokakarnya Ahli Geografi tahun 1998 yang menghasilkan kesepatan berupa 10 konsep esensial geografi, yaitu sebagai berikut:
1) Konsep lokasi

Suatu tempat di permukaan bumi memiliki nilai ekonomi apabila dihubungkan dengan harga. Misalnya:
a. Di daerah dingin orang cenderung berpakaian tebal.
b. Nilai tanah atau lahan untuk pemukiman akan berkurang apabila berdekatan dengan kuburan, terminal kendaraan umum, pasar, atau pabrik karena kebisingan dan pencemaran.
2) Konsep jarak

Jarak dihubungkan dengan keuntungan yang diperoleh, sehingga manusia cenderung akan memperhitungkan jarak, Misalnya:
a. Harga tanah akan semakin tinggi apabila mendekati pusat kota dibandingkan dengan harga tanah di pedesaan.
b. Peternakan ayam cenderung mendekati kota sebagai tempat pemasaran, agar telur dan ayam yang dibawa ke tempat pemasaran tidak banyak mengalami kerusakan, dibandingkan apabila peternakan ditempatkan jauh dari kota.

3) Konsep keterjangkauan
Hubungan atau interaksi antartempat dapat dicapai, baik dengan menggunakan sarana transportasi umum, tradisional, atau jalan kaki. Misalnya:
a. Keterjangkauan, Jakarta – Biak (pesawat terbang); Bandung – Jakarta (kereta api).
b. Daerah A penghasil beras dan daerah B penghasil sandang. Kedua daerah ini tidak akan berinteraksi apabila tidak ada transportasi.
c. Suatu daerah tidak akan berkembang apabila tidak dapat dijangkau oleh sarana transportasi.

4) Konsep pola
Bentuk interaksi manusia dengan lingkungan atau interaksi alam dengan alam, hubungannya dengan pola persebaran, seperti sebagai berikut.
a. Pola aliran sungai terkait dengan jenis batuan dan struktur geologi.
b. Pola pemukiman terkait dengan sungai, jalan, bentuk lahan, dan sebagainya.
5) Konsep morfologi
Bentuk permukaan bumi sebagai hasil proses alam dan hubungannya dengan aktivitas manusia. Misalnya:
a. Bentuk lahan akan terkait dengan erosi dan pengendapan, penggunaan lahan, ketebalan lapisan tanah, ketersediaan air, dan sebagainya.
b. Pengelompokan pemukiman cenderung di daerah datar.

6) Konsep aglomerasi
Pengelompokan penduduk dan aktivitasnya di suatu daerah, Misalnya:
a. Masyarakat atau penduduk cenderung mengelompok pada tingkat sejenis, sehingga timbul daerah elit, daerah kumuh, daerah perumnas, pedagang besi tua, pedagang barang atau pakaian bekas, dan lain-lain.
b. Enam puluh delapan persen industri tekstil Indonesia berada di Bandung.

7) Konsep nilai kegunaan
Manfaat suatu wilayah atau daerah mempuyai nilai tersendiri bagi orang yang menggunakannya. Misalnya:
a. Daerah sejuk di pegunungan yang jauh dari kebisingan, seperti di Puncak antara Bogor dengan Cianjur, banyak dijadikan tempat peristirahatan dan rekreasi.
b. Lahan pertanian yang subur sangat bernilai bagi petani dibandingkan bagi nelayan atau karyawan/pegawai kantor.

8) Konsep interaksi dan interdependensi
Setiap wilayah tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi memerlukan hubungan dengan wilayah lain, sehingga memunculkan adanya hubungan timbal balik dalam bentuk arus barang dan jasa, komunikasi, persebaran ide, dan lain-lain. Misalnya: gerakan orang, barang, dan gagasan dari suatu tempat ke tempat lain seperti,
a. Pergerakan penduduk, berupa sirkulasi, komutasi (ulang-alik), dan migrasi.
b. Pergerakan barang (sandang) dari kota ke desa; pangan dari desa ke kota.
c. Pergerakan berita (informasi) melalui radio, televisi, surat kabar dan lain-lain, terhadap pembaca atau pemirsa.

9) Konsep differensiasi area (struktur keruangan atau distribusi keruangan)
Suatu wilayah kaitannya dengan wilayah lain. Wilayah di permukaan bumi memiliki perbedaan nilai yang terdapat di dalamnya. Misalnya:
a. Fenomena yang berbeda dari suatu tempat ke tempat lain, seperti:
1. jarak dekat, jarak sedang, atau jarak jauh.
2. pemukiman padat, sedang, atau jarang
b. Pertanian sayuran dihasilkan di daerah pegunungan; perikanan laut atau tambak di pantai; dan padi di daerah yang relatif datar.

10) Konsep keterkaitan keruangan (proses keruangan)
Suatu wilayah dapat berkembang karena adanya hubungan dengan wilayah lain, atau adanya saling keterkaitan antarwilayah dalam memenuhi kebutuhan dan sosial penduduknya. Misalnya, jika dikaji melalui peta, maka terdapat konservasi spasial (keterkaitan wilayah) antara wilayah A, B, C, dan D.
Sepuluh konsep tersebut, sengaja dibuat untuk penyatu bahasaan pemikiran geografi, semuanya merupakan awal dari memahami geografi. Dengan demikian, pendidikan geografi mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi harus mencakup sepuluh konsep tersebut, hanya materi yang diberikan sesuai dengan jenjang pendidikannya.

Ditulis oleh: kito share kumpulan materi pelajaran Updated at : 05.00

Rabu, 23 April 2014

Pengelompokan Planet Terlengkap



Hai Teman-teman apa kabar ?Kali ini saya akan berbagi info tentang pengelompokan planet. Kalo di blog ini saya akan memberikan yang terlengkap sedunia hahaha. Langsung saja dibaca 

Berdasarkan Bumi sebagai pembatas Planet Inferior = Planet - planet yang orbitnya terletak di dalam orbit bumi mengitari matahari Yaitu : Merkurius , Venus. Planet Superior = Planet - planet yang orbitnya terletak di luar orbit bumi mengitari matahari Yaitu : Jupiter , Saturnus, Uranus , Neptunus , Pluto. Loh bumi mana ???? Bumi tidak dimasukkan kedalam golongan tersebut karena bumi adalah pembatasnya.

Berdasarkan Asteroid sebagai pembatas Planet Dalam = Planet - planet yang orbitnya di sebelah dalam lintasan sabuk asteroid Yaitu : Merkurius, Venus , Bumi , Mars. Planet Luar = Planet – planet
yang orbitnya di sebelah lintasan sabuk asteroid Yaitu : Jupiter, Saturnus , Uranus , Neptunus, Pluto.

Berdasarkan ukuran dan komposisinya Planet Terrestrial = Planet - planet yang berukuran agak kecil dan sebagian besar terdiri atas bebatuan Yaitu : Merkurius, Venus, Bumi, Mars. Planet Jovian = Planet - planet yang berukuran besar dan sebagian besar terdiri atas es dan gas hidrogen Yaitu : Jupiter , Saturnus, Uranus, Neptunus. Planet Kerdil = Planet yang berukuran kecil dan terdiri atas es dan bebatuan Yaitu : Pluto

Berdasarkan jumlah satelit Planet Non Satelit = Planet - planet yang tidak memiliki satelit Yaitu : Merkurius, Venus. Planet Satelit = Planet - planet yang memiliki satu atau beberapa satelit Yaitu : Bumi, Mars, Pluto. Planet Multi Satelit  = Planet - planet yang memiliki banyak satelit Yaitu : Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus

Berdasarkan arah rotasinya Planet berotasi searah jarum jam = Maksudnya planet yang berotasi dari
barat ke timur Yaitu : Merkurius, bumi, mars, Jupiter, Saturnus, Neptunus, Pluto. Planet berotasi berlawanan arah jarum jam = Maksudnya planet yang berotasi dari timur ke barat Yaitu : Venus. Loh uranus mana ???? Uranus tidak dimasukkan kedalam golongan tersebut karena uranus berputar berbaring dari utara ke selatan

Berdasarkan dapat tidaknya kita lihat Planet yang dapat dilihat dari bumi dengan mata telanjang Yaitu: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus Planet yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang
Yaitu : Uranus, Neptunus, Pluto.

Ditulis oleh: kito share kumpulan materi pelajaran Updated at : 16.04

5 Akibat Revolusi Bumi


Revolusi Bumi ? Apa sih ? Apa sih akibatnya ? Nah blog kito share akan membahas pelajaranastronomi yakni revolusi bumi.

Sebelumnya saya akan bercerita tentang ilmu astronomi. Astronomi merupakan ilmu paling tua. Nenek moyang kita sudah mempelajari ilmu Astronomi ratusan tahun yang lalu. Lalu apa buktinya ? Buktinya yakni adanya kalender jawa, dan lain-lain.

Selain itu Astronomi merupakan ilmu yang belum sepenuhnya diselidiki. Contoh yang belum diselidiki adalah Alien, Planet luar, dan Quasar.

Astronomi juga diikutsertakan dalam olimpiade lho. Banyak putra-putri indonesia yang berhasil mengharumkan nama bangsa indonesia dengan meraih medali entah itu emas, perak atau perunggu di IAO ( International Astronomy Olympiad ) Semoga saya juga bisa. Amin 

Revolusi bumi merupakan gerak memutarnya bumi terhadap matahari. Tapi sebelumnya kamu tahu berapa macam sih gerak bumi ? Kebanyakan hanya tahu 2 yakni berputar pada poros ( rotasi ) dan berputar pada matahari ( revolusi ). Klik untuk melihat 12 Akibat Rotasi Bumi.

Nah apa sih gerak bumi versi lengkap Blog Pelajaran Lengkap ? Ini dia jawabannya :
- Gerak berubahnya arah poros bumi 
- Gerak berputarnya bumi terhadap sumbunya ( rotasi )
- Gerak berputarnya bumi terhadap matahari 
- Gerak berputarnya bumi bersama-sama matahari mengelilingi pusat galaksi 

Lalu akibat dari revolusi bumi yakni :

1) Adanya perubahan lamanya waktu siang dan malam
Negara-negara di belahan bumi utara dan selatan memiliki perbedaan lamanya waktu siang dan malam. Selain diakibatkan oleh sudut kemiringan poros bumi, juga diakibatkan oleh revolusi bumi. Kenapa ? Karena dalam berevolusi, bumi dapat terletak di apotema atau hipotema.
Tahu ngga apotema dan hipotema itu ? Apotema adalah titik terjauh bumi dengan matahari sedangkan hipotema kebalikannya yakni titik terdekat bumi dengan matahari

2) Adanya perubahan rasi bintang
Coba kamu lihat langit malam pada bulan yang berbeda-beda. Pasti bentuknya berbeda-beda kan ? Pada bulan ini di langit ada rasi bintang waluku, pada bulan berikutnya ada rasi bintang scorpio, dan seterusnya. Nah hal ini disebabkan oleh revolusi bumi juga.

3) Adanya gerak semu tahunan matahari
Gerak semu tahunan yakni gerak berubahnya posisi matahari. Maksud ? Kalo ngga maksud begini logikanya. Misal ada dua gunung. Nah pada bulan Januari, matahari hari terbit di samping gunung yang pertama. Pada bulan april, matahari terbit diantara kedua gunung. Pada bulan juli ada disamping gunung kedua. Lalu pada oktober kembali berada di antara gunung itu. Kemudian pada bulan desember ada pada samping gunung pertama. Dan seterusnya.

4) Adanya perubahan musim
Perubahan musim yang terdiri dari 4 musim yakni dingin,semi,gugur, dan panas hanya terjadi di belahan bumi utara dan selatan. Sayang, indonesia tidak memiliki keempat musim itu karena indonesia berada di daerah katulstiwa.

5) Ditetapkannya kalender masehi
Coba saja kalau bumi tidak berevolusi. Pasti tidak ada kalender masehi kan?

Ditulis oleh: kito share kumpulan materi pelajaran Updated at : 15.44

12 Akibat Rotasi Bumi

Kali ini saya akan membagikan info mengenai 12 akibat rotasi bumi. Sesuai judul blog ini , mungkin kalian tidak akan menemukan akibat rotasi bumi di sumber lain sebanyak di postingan ini. Langsung baca aja ya!! jangan lupa komen

1.Terjadinya perubahan waktu
2.Terjadinya perubahan arah angin
3.Terjadinya perbedaan ketebalan atmosfer
4.Terjadinya perbedaan percepatan gravitasi
5.Terjadinya pergantian siang dan malam
6.Bentuk bumi menjadi bulat spheroid
7.Terjadinya pembelokan arah angin
8.Terjadinya gerak semu harian matahari dan benda - benda langit lainnya
9.Terjadinya gaya coriolis
10.Dapat berfungsinya satelit
11.Terjadi perubahan arah bandul ( efek faucault )
12.Adanya Jetlag Bila kita naik pesawat

Ditulis oleh: kito share kumpulan materi pelajaran Updated at : 15.39